Gaji ke 13 dan THR akan cair Bulan Juni 2017

Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mempersiapkan anggaran pencairan gaji ke -13 dan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi para Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI, Polisi, dan pejabat negara. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Kementerian Keuangan akan membagikan gaji ke-13 dan THR menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Mata-Uang-Rupiah-Baru-696x375

Direktur Jenderal (Dirjen) Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani, menyebutkan saat ini pihaknya tengah menunggu penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) untuk pencairan gaji ke-13 dan THR. PP ini nantinya akan disahkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB).

“Belum tahu, disiapin (PP) tapi belum tahu,” ujar Askolani di Gedung BPPK Kementerian Keuangan, Jakarta Selatan, Senin (17/4/2017).

Mengenai mekanisme pencairan gaji ke-13 dan THR, Askolani mengaku belum ada pembicaraan lebih lanjut mengenai hal tersebut. Sampai saat ini, pihaknya masih menunggu PP dari Kementerian PAN-RB.

“Nanti tunggu PP-nya, masih sama Menpan-RB,” tutur Askolani.

Di tahun lalu, pemerintah mencairkan gaji ke-13 dan THR pada waktu yang bersamaan pada Juni 2016. (wdl/wdl)

 Dikutip dari :finance.detik.com
Iklan

Ayam goreng Bu Hatin

Sekali-sekali jalan yuk ke kota Wates Kulonprogo, kota yang sebentar lagi bakal tambah ramai karena adanya bandara baru. Pada  Ahad pagi di Alun-alun wates juga ramai oleh kesibukan berbagai aktivitas, ada yang olah raga, ada yang cuma kongkow-kongkow di sekitas alun alun, sambil menikmati berbagai jajanan yang berjejer di sebelah timur.

Kalau ingin makan yang bikin kenyang dan puas, kita bisa ajak keluarga kita di Rumah makan Bu Hartin, yang sekarang punya 3 cabang. Ada yang di Jalur Utama Jogja-Purworejo, ada yang di dekat pasar Wates dan terakhir yang cukup nyaman tempatnya di sebelah utara Terminal Wates.

Akses yang mudah dijangkau membuat tempat makan yang satu ini selalu ramai dikunjungi, baik oleh para pelintas jalan maupun sengaja datang ke sini untuk menikmati bermacam menu, mulai dari ayam kampung bakar, bebek kremes, ikan bakar, Mie jawa, Nasi goreng dan masih banyak pilihan menu lainnya.

hartin

Exif_JPEG_420

Sejarah Ayam Goreng Bu Hartin

Dulu, Ibunda Ibu Suhartinah (BU HARTIN) Mbok Karso Bandung adalah seorang pedagang Ayam Goreng keliling. Ayam Goreng yang dijual adalah Ayam Baceman. Bumbu yang dibuat khas sengan rempah-rempah dan Bahan Asli dari bumi Kulon Progo.
Akhirnya, setelah Mbok Karso Bandung meninggal dunia, usaha membuat dan menjual Ayam Goreng dilanjutkan oleh Ibu Suhartinah (BU HARTIN). Sebelumnya, Bu Hartin juga hanya menjualkan dagangannya keliling di pasar. Dan akhirnya, setelah dagangannya laku keras dan dikenal masyarakat, Ibu Hartin berani untuk membuka warung Ayam Goreng.
Sebelumnya, warung Ayam Goreng Bu Hartin berdiri di Watulunyu, Wates, KP. Sejak itu, Ayam Goreng Bu Hartin berdiri. Setelah lama berjualan disana, akhirnya Warung Ayam Goreng Bu Hartin pindah lokasi lagi di dekat perlintsan kereta api di Jl. Sudirman Wates, KP. Tapi, setelah berjualan selama 13 tahun, pada tahun 2006, Ayam Goreng Bu Hartin pindah lagi di Jl. Sutijab, Driyan, Wates, KP sampai sekarang ini. Dan telah mempunyai cabang yang lebh besar yaitu Ayam Goreng Bu Hartin “Resto & Music”, di Jalan Raya Wates-Purworejo.
Setelah akhirnya, karena Bu Hartin telah cukup lanjut usia, akhirnya usaha Ayam Goreng Bu Hartin diteruskan oleh anaknya yang ke 6 Om Gudel (Supangkat Riyanto).

Kenaikan gaji PNS Tahun 2013

Kenaikan Gaji PNS Tahun 2013, atau lebih tepatnya disebut penyesuaian gaji terhadap tingkat inflasi, akan direalisasikan pada Bulan uangJuli 2013 ini. Hal ini seperti disampaikan dala Pidato presiden Tanggal 17 agustus 2012 ketika membacakan Nota Keuangan untuk Tahun 2013. Selama 4 tahun berturut-turut Pemerintah menaikan gaji PNS/TNI/Polri sebesar 10%, namun Tahun 2013 ini hanya 7%.  Disamping kenaikan gaji PNS/TNI/Polri Pemerintah juga tetap akan memberikan Gaji ke 13.

Mungkin inilah yang menarik bagi generasi muda sekarang untuk menjadi PNS/TNI/Polri. Terbukti dalam setiap rekruitment pegawai selalu dibanjiri para pelamar. Padahal dibanding pegwai swasta Gaji PNS lebih kecil.

Kenaikan gaji PNS ini juga dibarengi dengan proses reformasi birokrasi di masing-masing institusi/kementerian yang sampai saat ini baru berjalan, demi peningkatan kinerjanya. Idealnya setiap kementerian yang telah sukses melakukan reformasi birokrasi akan lebih efisien, akuntabel terhadap penggunaan anggarannya. Selanjutnya sebagai reward atas suksesnya pelaksanaan reformasi birokrasi tersebut maka kementerian yang bersangkutan berhak mendapatkan renumerasi yang besarananya disesuaikan dengan jenjang kepangkatan.

Namun pada kenyataannya tidak semua kementerian/ lembaga yang telah dianggap sukses melakukan reformasi birokrasi dan diberikan renumerasi, bisa lebih efisien dan akuntabel. Contohnya di Kementerian keuangan dibawah Ditjen Pajak masih ada gayus-gayus lain yang melanjutkan kebiasaan menyelewengkan uang negara. Juga di Kepolisian banyak oknum yang masih melakukan pemalakan, gratifikasi dan lain-lain demi menuruti nafsu duniawi. Namun semuanya terserah anda untuk menilai, baik sebagai PNS/TNI/Polri sudahkah memberikan kontribusi kinerjanya yang  seimbang dengan yang anda terima?

Basiyo

Basiyo adalah pelawak dari Yogyakarta di era tahun 1970-80an, tidak diketahui persis tanggal lahirnya, namun diketahui ia  meninggal dalam usia 70-an yakni pada tahun 1984. Jadi, kira-kira, beliau kelahiran sekitar tahun 1910-. Salah satu ciri khas yang selalu menempel dalam setiap lawakanya adalah pembawaanya yang selalu menampakkan sifat sederhana yang menggambarkan rakyat jelata. Lawakan Basiyo menjadi terkenal di daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta, melalui siaran radio, televisi (TVRI), dan berbagai rekaman. Lawakannya sering disebut sebagai Dagelan Mataram, sesuai dengan nama acaranya di RRI Yogyakarta.

Group lawak yang ia kelola terdiri dari beberapa anggota seperti :  Sudarsono, Hardjo Gepeng, Suparmi, Pujiyem, Ngabdul, Atmo Kemin, istrinya sendiri (Bu Basiyo), serta teman – temannya yang lain. Kebanyakan, mereka adalah karyawan RRI Nusantara II Yogyakarta, sebagaimana kebanyakan dari mereka ditampung oleh pemerintah waktu itu.

Di antara karya – karya Basiyo misalnya: mBecak, Degan Wasiat, Kapusan, Kibir Kejungkir, Maling Kontrang-kantring, Gathutkaca Gandrung, Besanan, dan masih beberapa lagi lainnya, semuanya mencapai lebih dari 100-an judul. Ia bukan hanya pelawak, melainkan juga berhasil mempopulerkan jenis gending “Pangkur Jenggleng”, yakni, cara menyanyi (nembang) Jawa yang bisa diselingi dengan lawakan, tanpa kehilangan irama  dari tembang yang sedang dibawakan. Ciri khas lawakan Basiyo adalah improvisasinya yang sepontan, tanpa banyak di atur  skenario. Sehingga meskipun hanya mendengarkan lawakan lewat radio, namun seakan-akan pendengarnya bisa membayangkan gambaran situasi tertentu yang terjadi pada setiap adegan.

Cara menangkap ikan paus

Ikan paus yang terdampar di Pantai Baru Yogyakarta diperkirakan berbobot 3 ton dengan panjang sekitar 13 meter. Melihat penampakannya saja kita udah ngeri dibuatnya. Apalagi perahu para nelayan di Pantai Selatan Yogyakarta kebanyakan hanya berukuran kecil.

Berbeda dengan tradisi masyarakat di Lamalera, Lembata, Nusa Tenggara Timur, mereka sengaja menangkap, memburu ikan paus secara beramai-ramai satu kampung. Kemudian menyembelih dan mengolah dengan berbagai masakan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penangkapan Ikan Paus di Lamalera – Lembata

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berbeda pula yang terjadi di Denmark, mereka juga melakukan perburuan ikan paus besar-besaran dalam satu musim, jumlahnya bisa mencapai sembilan ratusan ekor.   Tradisi ini merupakan warisan turun temurun.

Setelah Gayus Tambunan, ada Dhana Widiatmika, ada lagi Ajib Hamdani, siapa lagi?


Ternyata kebijakan memberi gaji gede kepada pegawai negeri dibeberapa institusi tertentu, tidak selamanya berdampak pada peningkatan kinerja yang lebih baik. Lihat saja oknum di jajaran penegak hukum, Polisi, Jaksa, Hakim, atau di Kementerian keuangan, mereka selain menerima gaji, tunjangan fungsional, tunjangan jabatan, renumerasi, uang lauk pauk, dll. Masih juga ngembat uang rakyat. Seorang Gayus Tambunan bisa memiliki rekening lebih dari 74 Milyar, seorang Dhana Widiatmika bisa punya dana Rp 60 Milyar, adalagi Ajib Hamdani, punya 17 milyar. Kondisi ini sangat berbeda dengan PNS yang di daerah terpencil, guru, petugas kesehatan, yang jam kerjanya sama dengan yang di pusat, tunjangannya tidak sebanyak yang dipusat, tapi kinerjanya nggak kalah sama yang berada di kementerian!
Siapa bilang sistem penggajian seperti ini sudah benar? Mestinya kalau mau melakukan reformasi birokrasi secara menyeluruh, sistemnya dirubah. Jangan terlalu memanjakan, pegawai pusat.

Setelah melihat perilaku beberapa oknum pegawai pajak, Fenomena yang terjadi saat ini adalah menurunya ketaatan masyarakat dalam membayar pajak. Bahkan lebih ekstrimnya lagi ada yang menyatakan; Benahi dulu pegawai pajak, baru masyarakat mau bayar pajak.

Gaji yang bisa dibawa pulang para pegawai pajak sebenarnya sudah jauh diatas rata-rata pegawai di kementerian lain. Tapi semakin besar gaji yang mereka terima, tingkat konsumsi mereka juga tinggi juga, gaya hidup mereka berubah pula, apalagi selera makan dan berpakaian jelas berbeda.

Ingin tahu caranya cepat kaya? Begini Nih Cara Uang Rakyat Dimainkan Oknum Pajak

Predikat lahan basah disandang Ditjen pajak yang tugasnya mengolah dana masyarakat yang masuk ke negara lewat retribusi pajak. Tidak heran jika terungkap adanya oknum Ditjen Pajak yang menggelapkan uang milik rakyat, seperti yang mencuat dalam kasus Gayus Tambunan.

Lalu bagaimanakah sebenarnya oknum pegawai pajak ‘menilep’ uang rakyat itu? Berikut ini adalah informasi yang diberikan oleh Ketua DPP PKS Mahfudz Siddiq bagaimana akhirnya uang pajak mengalir ke orang-orang yang tidak berhak.

Pada awalnya nilai pajak dimark-up 200 persen dari perhitungan wajib pajak. Solusi yg ditawarkan pejabat atau petugas adalah negosiasi agar wajib pajak hanya bayar setengahnya (misalnya Rp 1 miliar dari 2 miliar).

Namun, yang disetorkan ke negara hanya 50 persen (Rp 500 juta). Sisanya dibagi-bagi dengan rincian sebagai berikut, 30 persen (Rp 300 juta) untuk pejabat atau petugas, 10 persen (Rp 100 jt) untuk biaya operasional, dan 10 persen (Rp 10 juta) sebagai insentif bagi wajib pajak.

Bagi yang tidak mau mengikuti cara semacam ini, wajib pajak bisa mengajukan banding ke pengadilan pajak. Tetapi wajib pajak harus menjalani persidangan dengan hakim yang umumnya pensiunan pejabat pajak.

“90 Persen kasusnya kalah, dan diputuskan harus bayar senilai awal 200 persen (Rp 2 miliar),” kata Mahfudz kepada detikcom, Selasa (30/3/2010), yang mengaku mendapatkan informasi ini dari seorang pengusaha yang mewakili asosiasinya.

Sementara ada data dari Ditjen Pajak menunjukkan hal yang sebaliknya. Pada 2008, ada 6.430 kasus banding dan gugatan di Pengadilan Pajak. Yang mencengangkan, Ditjen Pajak selalu kalah pada tingkat banding itu.
(gah/fay)

Sumber: detikcom

Amerika tunduk pada Vietnam

Terowongan yang dibanggakan orang Vietnam. Terowongan tikus ini menjadi simbol kejayaan dan kemenangan mereka atas Perancis, Pemerintah Vietnam Selatan, juga Amerika Serikat.
Tak ada senjata hebat yang dimiliki Vietnam semasa perang. Kunci terbesar kemenangan mereka justru ada pada terowongan tersebut. Ini juga menjadi simbol frustrasi dan kekalahan Amerika dalam perang Vietnam.

Cu Chi merupakan nama terowongan bawah tanah yang digali orang Vietnam semasa perang. Terowongan itu awalnya dibuat pada masa penjajahan Perancis. Perancis sendiri mulai menjajah Vietnam pada 1859. Pada 1941, mereka sempat menyingkir karena diusir Jepang. Namun, setelah kekalahan Jepang, Perancis kembali lagi. Sementara itu, Viet Minh (gerakan kemerdekaan) pimpinan Ho Chi Minh sudah menguasai Vietnam Utara dan melakukan perlawanan.

Perang ini sampai 1954. Semasa itu, Perancis yang menguasai Vietnam Selatan melakukan kerja paksa. “Rakyat Vietnam seperti menghadapi buah simalakama. Menuruti kerja paksa akhirnya mati, menolak juga mati. Tapi, mereka sebagian besar akhirnya memilih menolak dan sembunyi. Maka, dibuatlah terowongan untuk bersembunyi dari Perancis dan kerja paksa,” ungkap Hung Tran yang ayahnya tentara Vietnam.

Setelah perang Viet Minh dan Perancis berakhir pada 1954, Amerika Serikat (AS) muncul. Mereka mendukung Perancis dan Pemerintah Vietnam Selatan yang republik. Maka, terowongan itu diperluas lagi oleh orang Vietnam, terutama yang prokomunis
atau pemerintahan Vietnam Utara.

Perang lawan AS semakin panas. Terowongan itu pun terus diperpanjang sebagai markas dan benteng Vietnam pro-Hanoi (Viet Minh). Karena perang terus berlangsung, maka terowongan juga terus diperluas dan diperpanjang, terutama pada 1966-1968, sampai akhirnya mencapai 250 kilometer. Sungguh luar biasa. Apalagi, di dalamnya hidup sekitar 10.000 orang Vietnam, tentara, dan keluarganya. Sebab, hanya dengan demikian, mereka lebih aman dari kejaran AS.

Terowongan ini tak hanya panjang, tetapi juga dirancang sangat bagus dan strategis. Berpusat di daerah Cu Chi, Hoj Non, sekitar 70 kilometer di luar Kota Ho Chi Minh (Saigon), Cu Chi memiliki tiga saf. Saf pertama bertinggi 3 meter, saf kedua 6 meter, dan saf ketiga 10 meter. Banyak area yang menjadi tempat tinggal. Untuk menghubungkannya, dibuat terowongan kecil yang hanya bisa dilewati secara jongkok oleh orang-orang kecil seperti orang Vietnam.

Di terowongan ini terdapat rumah sakit untuk merawat yang sakit, dapur, tempat sekolah, juga tempat membuat senjata. Tentara, wanita, dan anak-anak hidup di sini selama perang lawan AS.

Jangan harap mudah menemukan tempat ini. Kalaupun bisa, paling hanya sebagian dan akan kehilangan bagian lainnya. Sebab, terowongan ini dibuat dengan pintu masuk amat kecil, hanya cukup untuk ukuran orang Vietnam yang kecil. Memang ada pintu-pintu cukup besar, tetapi sangat tersembunyi dan dijaga ketat.

“Setiap sektor di terowongan dipimpin oleh empat orang. Mereka hanya menguasai sektornya saja. Dengan demikian, jika tertangkap, mereka tak bisa menjelaskan bagian lainnya. Hanya para pimpinan yang tahu detail peta terowongan bawah tanah itu,” papar Hung.

Setiap ruang di terowongan itu juga hanya dihubungkan terowongan amat kecil. Hanya bisa dilewati dengan cara jongkok. Bagi orang Vietnam yang dulu kecil-kecil, ini amat mudah. Bagi tentara AS yang besar dan tinggi, mereka jelas kesulitan, bahkan tak bisa masuk.

AS amat kesulitan mencari dan mengatasi perlawanan Vietnam. Terowongan itu sering dibuat sampai ke bawah markas AS. Mereka muncul, senantiasa membuat teror. Oleh karena itu, tentara AS tak pernah dibuat aman.

Beberapa kali AS berusaha menemukan dan menghancurkan terowongan ini, tetapi tak pernah berhasil. Padahal, AS sampai mengeluarkan senjata-senjata berat berupa bom-bom besar.
“Terowongan ini dibuat dengan pertimbangan dan desain yang bagus. Mungkin AS bisa mengebom, tapi hanya bisa merusak lapisan atas. Lapisan lainnya tetap aman. Bahkan, AS pernah memasukkan zat kimia, tapi tetap saja gagal masuk ke bagian paling vital,” ungkap Hung.

Maka, AS tak pernah sukses melawan Vietnam. Bahkan, beberapa kali mereka terjebak oleh senjata-senjata rahasia Vietnam yang sederhana, tetapi berdampak besar. Bahkan, tank-tank AS pun sering bisa dilumpuhkan.

Selama AS berada di Vietnam, Vietkong (orang Vietnam yang membela Vietnam Utara pro kemerdekaan) berada di terowongan itu, terutama Vietkong yang berada di Vietnam Selatan. Terowongan ini menjadi basis perlawanan terhadap AS. Jadi, AS harus menghadapi Vietkong dari terowongan, juga dari Vietnam Utara.

Satu-satunya jalan agar selamat memang tetap tinggal di terowongan itu. Adapun makan-minum dan kebutuhan lain disuplai oleh para Vietkong yang menyamar. Selain itu, jika malam hari, sebagian keluar mencari makanan dan mencari senjata. Mereka juga punya tempat kerja untuk membuat senjata-senjata sederhana.

Dari hari ke hari, Vietkong yang tinggal di terowongan itu makin banyak. Bahkan, puncaknya mencapai 10.000 orang, baik tentara gerilyawan, wanita, dan anak-anak. Terowongan itu juga dilengkapi lubang udara yang rapi dan bisa masuk secara menyeluruh. Sebagian lubang udara terdapat di gundukan tanah yang dibuat menyerupai sarang semut. Selain itu, lubang juga ada di bawah pohon-pohon yang tertutup akar.

Akhirnya, pada 1975, AS menyerah dan memutuskan kembali ke negaranya. Vietnam pun merdeka, dan Vietkong yang hidup di terowongan pun keluar merayakan kemenangan itu.

Baru tahun 1975 itu pula Vietkong yang tinggal di bawah tanah keluar secara bebas. Artinya, mereka hidup di bawah tanah sekitar 20 tahun. Sebuah rekor luar biasa. Ini berkat desain Cu Chi yang sangat bagus dan mengagumkan.

Terowongan Cu Chi pun kini dirawat oleh Pemerintah Vietnam. Sebab, ini menjadi simbol kemenangan mereka atas AS, sumber sekaligus simbol frustrasi dan kekalahan AS. Saat ini, Cu Chi justru menjadi obyek wisata yang menarik.

Sebagai tempat komunitas Vietkong, terowongan Cu Chi memiliki banyak kisah. Salah satunya seorang ibu terpaksa membunuh anak sendiri di terowongan itu.

Sepanjang Perang Vietnam antara tahun 1955 sampai 1975, Amerika Serikat (AS) selalu disulitkan oleh pola gerilya Vietkong. Sebab, mereka selalu bersembunyi di terowongan yang tak mungkin bisa dikejar tentara AS.

Namun, tentara AS selalu berusaha menemukan terowongan demi terowongan, kemudian dihancurkan dengan bom. Beberapa kali, tentara AS memang berhasil menemukan dan sukses menghancurkannya. Namun, ternyata itu hanya sebagian kecil dari 250 kilometer terowongan yang dibuat Vietkong.

“Tentara AS hanya mampu menghancurkan lapisan pertama terowongan itu. Selebihnya, mereka tak bisa menjangkau lapisan atau bagian lain. Sebab, AS benar-benar buta tentang peta terowongan itu,” ungkap Hung Tran, seorang pengusaha wisata yang ayahnya tentara Vietnam.

Namun, tak jarang pula bom yang diledakkan AS di sekitar terowongan cukup mematikan puluhan, bahkan ratusan Vietkong dan keluarganya. Namun, hanya wilayah itu yang hancur, tak sampai merambah wilayah lain. Sebab, terowongan itu sangat panjang dan luas.

Suatu hari, AS mengerahkan pasukan terbesarnya untuk mencari dan menghancurkan terowongan Vietkong. Rupanya, ini juga diketahui para Vietkong sehingga mereka tetap bersembunyi di ruang-ruang bawah tanah.

Di salah satu sektor ruang bawah tanah, ada seorang ibu yang akan melahirkan. Ibu tersebut bernama Lny. Sementara itu, tentara AS tepat berada di atas mereka.

Karena sudah saatnya, anak itu terlahir pula. Seperti halnya bayi yang baru lahir, anak itu pasti menangis. Namun, sebelum anak itu bisa mengeluarkan suara, Lny memencet hidungnya agar tak menangis, sampai meninggal dunia.

“Ini dia lakukan sebagai bentuk pengorbanan kepada negara dan komunitas Vietkong. Sebab, jika anak itu sampai menangis, maka tentara AS di atasnya akan mendengar sehingga sektor itu bisa dihancurkan dan akan ada puluhan atau bahkan ratusan korban jiwa,” cerita Nhi Nguyen, wanita asal Mekong.

Bayi Lny meninggal, tetapi komunitas Vietkong di sektor itu selamat. Sebab, tentara AS tak menemukannya. Lny sendiri, setelah sehat, akhirnya memutuskan menjadi tentara wanita melawan AS.

Di Vietnam banyak ditemukan orang cacat sejak lahir, karena pengaruh zat kimia tinggalan senjata tentara Amerika Serikat.
Namun, setelah merdeka pada 1975, dia tak bisa ikut merasakan kebahagiaan seperti orang Vietnam lainnya. Sebab, Lny menjadi gila karena merasa berdosa kepada anaknya dan sangat kehilangan.

“Lny ke mana-mana membawa boneka dan sering menangis. Namun, Pemerintah Vietnam merawat dan menghidupinya, juga menganggapnya sebagai salah satu pahlawan,” cerita Nhi.

Tak hanya itu kisah sedih seputar Cu Chi. Saking kesulitan dan mangkelnya, AS sering menyerang membabi buta ke wilayah-wilayah terowongan. Bahkan, ditengarai mereka juga menggunakan zat kimia.
“Efek zat kimia sangat luar biasa. Sampai perang usai, masih berdampak karena sudah merasuk ke udara, air, dan tanaman,” timpal Hung Tran.

Karena itu, di wilayah Cu Chi akhirnya banyak anak yang lahir dalam keadaan cacat. Ini karena pengaruh sisa-sisa zat kimia dari senjata AS.
“Pemerintah Vietnam menyediakan fasilitas pendidikan buat mereka dan menjamin penghidupannya. Yang bisa diajarkan untuk mandiri diberi berbagai pendidikan dan keterampilan sehingga nanti bisa mandir. Sementara itu, yang tak bisa mandiri dipelihara oleh negara,” terang Nhi.

Orang-orang Amerika sendiri kini sering berkunjung ke Vietnam untuk berwisata. Mereka kadang mengunjungi orang-orang yang terlahir cacat akibat kimia tinggalan AS tersebut.
“Banyak orang Amerika yang sampai menangis sedih menyaksikan akibat dari serangan mereka pada masa perang. Mereka kemudian meminta maaf,” ungkap Hung.

Perang Vietnam merupakan aib bagi bangsa Amerika Serikat. Mengapa tidak, perang ini telah membuat Amerika Serikat babak belur, baik luar maupun dalam. Di medan perang, tentara AS yang sangat perkasa di Perang Dunia ke-2 benar-benar dibuat tak berdaya oleh keuletan tentara Vietnam Utara (NVA) dan milisi yang biasa disebut Vietcong (VC). Meski tentara AS telah mengembangkan persenjataan yang sangat canggih (penggunaan rudalair-to-air adalah yang pertama kali di dunia digunakan dalam suatu peperangan), tetap aja mereka tak berdaya menghadapi taktik gerilya yang diterapkan NVA dan VC. Gara-gara taktik gerilya itu, AS harus mengeluarkan dana perang yang sangat besar untuk mendukung tentara AS di Vietnam. Dan itu menimbulkan protes keras di dalam negeri sendiri. Gelombang protes silih berganti menuntut pemerintah menarik pasukan AS dari Vietnam. Perang yang berlangsung selama 18 tahun yang merupakan perang terlama yang pernah dialami oleh AS.

dikutip dari http://peta-kota.blogspot.com

%d blogger menyukai ini: