Ayam goreng Bu Hatin

Sekali-sekali jalan yuk ke kota Wates Kulonprogo, kota yang sebentar lagi bakal tambah ramai karena adanya bandara baru. Pada  Ahad pagi di Alun-alun wates juga ramai oleh kesibukan berbagai aktivitas, ada yang olah raga, ada yang cuma kongkow-kongkow di sekitas alun alun, sambil menikmati berbagai jajanan yang berjejer di sebelah timur.

Kalau ingin makan yang bikin kenyang dan puas, kita bisa ajak keluarga kita di Rumah makan Bu Hartin, yang sekarang punya 3 cabang. Ada yang di Jalur Utama Jogja-Purworejo, ada yang di dekat pasar Wates dan terakhir yang cukup nyaman tempatnya di sebelah utara Terminal Wates.

Akses yang mudah dijangkau membuat tempat makan yang satu ini selalu ramai dikunjungi, baik oleh para pelintas jalan maupun sengaja datang ke sini untuk menikmati bermacam menu, mulai dari ayam kampung bakar, bebek kremes, ikan bakar, Mie jawa, Nasi goreng dan masih banyak pilihan menu lainnya.

hartin

Exif_JPEG_420

Sejarah Ayam Goreng Bu Hartin

Dulu, Ibunda Ibu Suhartinah (BU HARTIN) Mbok Karso Bandung adalah seorang pedagang Ayam Goreng keliling. Ayam Goreng yang dijual adalah Ayam Baceman. Bumbu yang dibuat khas sengan rempah-rempah dan Bahan Asli dari bumi Kulon Progo.
Akhirnya, setelah Mbok Karso Bandung meninggal dunia, usaha membuat dan menjual Ayam Goreng dilanjutkan oleh Ibu Suhartinah (BU HARTIN). Sebelumnya, Bu Hartin juga hanya menjualkan dagangannya keliling di pasar. Dan akhirnya, setelah dagangannya laku keras dan dikenal masyarakat, Ibu Hartin berani untuk membuka warung Ayam Goreng.
Sebelumnya, warung Ayam Goreng Bu Hartin berdiri di Watulunyu, Wates, KP. Sejak itu, Ayam Goreng Bu Hartin berdiri. Setelah lama berjualan disana, akhirnya Warung Ayam Goreng Bu Hartin pindah lokasi lagi di dekat perlintsan kereta api di Jl. Sudirman Wates, KP. Tapi, setelah berjualan selama 13 tahun, pada tahun 2006, Ayam Goreng Bu Hartin pindah lagi di Jl. Sutijab, Driyan, Wates, KP sampai sekarang ini. Dan telah mempunyai cabang yang lebh besar yaitu Ayam Goreng Bu Hartin “Resto & Music”, di Jalan Raya Wates-Purworejo.
Setelah akhirnya, karena Bu Hartin telah cukup lanjut usia, akhirnya usaha Ayam Goreng Bu Hartin diteruskan oleh anaknya yang ke 6 Om Gudel (Supangkat Riyanto).

Iklan

Pantai Parangtritis

Pantai Parangtritis terletak di Desa Parangtritis Kecamatan Kretek Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta, merupakan pantai yang  paling banyak dikunjungi wisatawan khususnya di Kabupaten Bantul.  Di Parangtritis anda juga bisa menikmati beberapa obyek wisata yang berdekatan yang merupakan nilai tambah terhadap daya tarik para pelancong. Setelah anda berlama-lama di Parangtritis dengan gelombang airnya yang kecil, pantainya landai, dikelilingi pemandangan alam yang indah dan sejuk, anda dapat melanjutkan ke beberapa tempat sekitarnya, seperti:

Gua Langse

Terletak kurang lebih 4 Km di sebelah timur Pantai Parangtritis, untuk menuju kesana sekarang anda jasa tukang ojek dengan tarif Rp 7000 anda sudah sampai di pinntu penjagaan. Tapi anda belum sampai di lokasi gua karena masih harus berjalan kurang lebih 800m dengan medan yang cukup berat, karena harus melalui tepian tebing yang dalam. Kalau tidak hati-hati bisa terjatuh langsung ke jurang atau ke laut.

Parangwedang

Konon air di pemandian ini dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit di antaranya penyakit kulit karena air dari pemandian tersebut mengandung belerang. Air panas dari Parangwedang juga dialirkan ke Pantai Parangtritis untuk bilas setelah bermain pasir dan juga mengairi kolam kecil bermain anak-anak.

Parangkusumo

Di pantai tersebut terdapat Cepuri yang konon merupakan tempat pertemuan antara raja Yogyakarta dengan Nyi Roro Kidul. Pada hari-hari tertentu (biasa bulan Sura) di sini dilakukan persembahan sesajian (labuhan) bagi Ratu Laut Selatan atau dalam bahasa Jawa disebut Nyi Roro Kidul.

Folklor

Penduduk setempat percaya bahwa seseorang dilarang menggunakan pakaian berwarna hijau muda jika berada di pantai ini. Pantai Parangtritis dan Parangkusumo menjadi tempat kunjungan utama wisatawan terutama pada malam tahun baru Jawa (1 Muharram/Suro).

Mancing di Waduk Sermo

DSCI0065Waduk Sermo terletak di Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulonprogo, DI Yogyakarta. Adalah satu-satunya waduk yang ada di Yogyakarta. Di waduk ini telah ditebarkan berbagai jenis ikan, seperti; Nila, Mujahir, gabus, tombro,red devil dan lain-lain. Waduk ini merupakan salah satu lokasi yang paling disukai para pemancing. Karena di sini memang banyak sekali ikan berukuran besar maupun kecil. Didukung oleh suasananya yang sejuk, rindang dan nyaman.
Potensi perikanan di Waduk ini juga besar, terlebih juga dibangun keramba dan rumah apung. Jika air bendungan membludak di pelimpahan, di sana akan di dapati berkuintal-kuintal ikan terdampar di sekitar pelimpahan, di sisi timur waduk. warga sekitar panen ikan.

Namun demikian bukan berarti di Waduk Sermo tidak ada masalah yang mengganggu pertumbuhan ikan. Di Waduk Sermo ini predator ikan alami yang cukup ganas, yaitu jenis ikan Red Devil.

Red Devil yang sering diincar pemancing, karena ikan ini lebih rakus ketimbang ikan gabus yang juga merupakan predator.
Kalau anda tidak hobi mancing, di sekeliling waduk yang panjangnya kurang lebih 17 km,juga dapat kita temui pemandangan yang mengasyikan. Apalagi bila musim durian tiba, maka daerah Kecamatan Kokap ini merupakan salah satu pusat pemasok durian. Dengan harga Rp7.500 kita sudah dapat menikmati durian yang lezat.(-)

%d blogger menyukai ini: