Gaji ke 13 dan THR akan cair Bulan Juni 2017

Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mempersiapkan anggaran pencairan gaji ke -13 dan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi para Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI, Polisi, dan pejabat negara. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Kementerian Keuangan akan membagikan gaji ke-13 dan THR menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Mata-Uang-Rupiah-Baru-696x375

Direktur Jenderal (Dirjen) Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani, menyebutkan saat ini pihaknya tengah menunggu penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) untuk pencairan gaji ke-13 dan THR. PP ini nantinya akan disahkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB).

“Belum tahu, disiapin (PP) tapi belum tahu,” ujar Askolani di Gedung BPPK Kementerian Keuangan, Jakarta Selatan, Senin (17/4/2017).

Mengenai mekanisme pencairan gaji ke-13 dan THR, Askolani mengaku belum ada pembicaraan lebih lanjut mengenai hal tersebut. Sampai saat ini, pihaknya masih menunggu PP dari Kementerian PAN-RB.

“Nanti tunggu PP-nya, masih sama Menpan-RB,” tutur Askolani.

Di tahun lalu, pemerintah mencairkan gaji ke-13 dan THR pada waktu yang bersamaan pada Juni 2016. (wdl/wdl)

 Dikutip dari :finance.detik.com

Ayam goreng Bu Hatin

Sumber: Ayam goreng Bu Hatin

Ayam goreng Bu Hatin

Sekali-sekali jalan yuk ke kota Wates Kulonprogo, kota yang sebentar lagi bakal tambah ramai karena adanya bandara baru. Pada  Ahad pagi di Alun-alun wates juga ramai oleh kesibukan berbagai aktivitas, ada yang olah raga, ada yang cuma kongkow-kongkow di sekitas alun alun, sambil menikmati berbagai jajanan yang berjejer di sebelah timur.

Kalau ingin makan yang bikin kenyang dan puas, kita bisa ajak keluarga kita di Rumah makan Bu Hartin, yang sekarang punya 3 cabang. Ada yang di Jalur Utama Jogja-Purworejo, ada yang di dekat pasar Wates dan terakhir yang cukup nyaman tempatnya di sebelah utara Terminal Wates.

Akses yang mudah dijangkau membuat tempat makan yang satu ini selalu ramai dikunjungi, baik oleh para pelintas jalan maupun sengaja datang ke sini untuk menikmati bermacam menu, mulai dari ayam kampung bakar, bebek kremes, ikan bakar, Mie jawa, Nasi goreng dan masih banyak pilihan menu lainnya.

hartin

Exif_JPEG_420

Sejarah Ayam Goreng Bu Hartin

Dulu, Ibunda Ibu Suhartinah (BU HARTIN) Mbok Karso Bandung adalah seorang pedagang Ayam Goreng keliling. Ayam Goreng yang dijual adalah Ayam Baceman. Bumbu yang dibuat khas sengan rempah-rempah dan Bahan Asli dari bumi Kulon Progo.
Akhirnya, setelah Mbok Karso Bandung meninggal dunia, usaha membuat dan menjual Ayam Goreng dilanjutkan oleh Ibu Suhartinah (BU HARTIN). Sebelumnya, Bu Hartin juga hanya menjualkan dagangannya keliling di pasar. Dan akhirnya, setelah dagangannya laku keras dan dikenal masyarakat, Ibu Hartin berani untuk membuka warung Ayam Goreng.
Sebelumnya, warung Ayam Goreng Bu Hartin berdiri di Watulunyu, Wates, KP. Sejak itu, Ayam Goreng Bu Hartin berdiri. Setelah lama berjualan disana, akhirnya Warung Ayam Goreng Bu Hartin pindah lokasi lagi di dekat perlintsan kereta api di Jl. Sudirman Wates, KP. Tapi, setelah berjualan selama 13 tahun, pada tahun 2006, Ayam Goreng Bu Hartin pindah lagi di Jl. Sutijab, Driyan, Wates, KP sampai sekarang ini. Dan telah mempunyai cabang yang lebh besar yaitu Ayam Goreng Bu Hartin “Resto & Music”, di Jalan Raya Wates-Purworejo.
Setelah akhirnya, karena Bu Hartin telah cukup lanjut usia, akhirnya usaha Ayam Goreng Bu Hartin diteruskan oleh anaknya yang ke 6 Om Gudel (Supangkat Riyanto).

%d blogger menyukai ini: