Kenapa merokok kok dilarang?


Sadarkah kita bahwa di kancah internasional kebijakan pemerintahan kita banyak didekte oleh kepentingan asing? bahkan tidak hanya Indonesia, negara-negara lain juga didekte oleh para penguasa dunia, yang nota bene merupakan kolonialisme gaya baru. Sebut saja misalnya kebijakan pemerintah dalam hal perdagangan dunia, melalui WTO, AFTA, dll, membuat aturan yang cenderung merugikan negara-negara berkembang. Hal ini dalam rangka menekan persaingan dagang antara perusahaan multinasional milik para penjajah (Amerika dan Inggris) terutama, dengan perusahaan nasional yang mulai tumbuh di negara berkembang.

Belakangan ini larangan-larangan itu mulai menjamah pada ranah hak asasi manusia, yang kadang-kadang mereka gembar-gemborkan sendiri. Isu terakhir pemerintah mulai tunduk pada tekanan asing dengan membuat peraturan yang melarang merokok ditempat umum.
Siapa yang akan diuntungkan dengan pelarangan tersebut?

Sebagaimana kita tahu bahwa produksi rokok kretek di Indonesia mencapai 90 persen dari total produksi rokok nasional yang mencapai 248 miliar batang pada 2010. Ini merupakan pangsa pasar yang sangat menguntungkan bagi produsen rokok baik dalam negeri maupun luar negeri. Terutama akan menjadi incaran bagi produsen rokok luar negeri, seperti BAT, Philip Morris,dll. Nah jika konsumen rokok di Indonesia beralih dari rokok kretek pada rokok non kretek, yang nota bene memakai tembakau virginia, maka dapat dibayangkan berapa keuntungan yang akan didapat dari penjualan rokok milik para penjajah tersebut!
Apa dampak dari pelarangan merokok?
Perda Pelarangan merokok ditempat umum sepertinya menjadi sebuah model bagi pemerintah daerah baik kota maupun kabupaten. Meskipun ada sebagian masyarakat yang meragukan hasil penelitian terhadap dampak rokok,tetapi banyak pemerintah daerah yang termakan isu tersebut. Anehnya mereka ikut latah membuat perda larangan merokok. Beberapa pihak yang dirugikan oleh pelarangan merokok tersebut antara lain;
1. Petani tembakau
2. Petani cengkeh
3. Industri rokok
4. Para buruh rokok

Sudahkan bereka berpikir ulang terhadap dampak dari kebijakan yang mereka buat?

Satu Tanggapan

  1. cobalah balik sudut pandang anda dari membela kepentingan industri rokok dan “pecandu rokok” menjadi orang orang yang tidak merokok tapi di racuni oleh asap rokok para perokok, janganlah membela rokok membabi buta , sadarlah rokok itu tidak sehat dan bahkan mematikan secara perlahan , siapa yang di untungkan? sepertinya hanya pengusaha rokok saja yang bisa menjadi orang terkaya di Indonesia dengan meracuni anda para perokok dan orang yang terkena asap rokok, Peraturan pemerintah jelas hanya memuat TIdak Boleh Merokok Di tempat Umum, Bukan Tidak Boleh Menghisap rokok Kretek Lokal dll atau himbauan hisaplah rokok luar negeri jadi di mana merugikannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: