Gowes ke Gua Cerme


Kali ini kami muat foto kami ketika gowes ke Gua Cerme yang berlokasi di Dusun Srunggo, Selopamioro Imogiri Bantul. Kami berangakat dari markas jam 05.45 WIB, setelah kontak-kontak temen-2, yang siap berangkat hanya 5 orang.
Kami berangkat menyusuri sawah-sawah, sengaja kami pilih karena udara yang segar di pagi hari. Rute perjalanan ini sebenarnya tidak terlalu berat, karena perjalanan dari rumah sampai ke Imogiri dengan kondisi jalan yang rata, jalannya pun mulus. Hanya saja ketika sampai jembatan di Selopamioro mulai menanjak bahkan lumayan jauh dan lumayan tinggi. Maklum posisi gua berada diatas gunung. Tapi inilah keunikan dan keajaiban alam, Gua yang di dalamnya dialiri sungai dengan debit air yang cukup deras, tapi berada di atas gunung!

Gua Cerme adalah gua peninggalan sejarah yang terletak di dusun Srunggo, Selopamioro, Imogiri, Bantul atau sekitar 20 km selatan Yogyakarta. Gua Cerme memiliki panjang 1,5 km yang tembus hingga sendang di wilayah Panggang, desa Ploso, Giritirto, Kabupaten Gunungkidul. Di samping gua Cerme, disekitarnya terdapat gua lain yang lebih kecil seperti goa Dalang, goa Ledek, goa Badut dan goa Kaum yang sering digunakan untuk bersemedi. Untuk mencapai gua, terdapat tangga setinggi 759 m. Kata cerme berasal dari kata ceramah yang mengisyaratkan pembicaraan yang dilakukan walisongo. Gua Cerme dulunya digunakan oleh para Walisongo untuk menyebarkan agama Islam di Jawa. Selain itu, gua Cerme juga digunakan untuk membahas rencana pendirian Masjid Agung Demak. Setiap Senin atau Selasa wage, selalu diadakan upacara syukuran untuk meminta berkah kepada Tuhan.

Goa ini termasuk goa yang panjang dan dalam. Daya tarik utama wisatawan dari Goa Cerme adalah keindahan stalagtit dan stalagmit serta adanya sungai bawah tanah dan banyaknya kelelawar di dalam gua. Lantai goa digenangi oleh air tanah dengan rata rata kedalaman air sekitar 1 hingga 1,5 meter. Goa ini terdiri dari banyak ruangan, seperti panggung pertemuan, air zam zam, mustoko, air suci, watu kaji, pelungguhan / paseban, kahyangan, grojogan sewu, air penguripan, gamelan, batu gilang, lumbung padi, gedung sekakap, kraton, panggung, goa lawa dan watu gantung.

Bila kebetulan anda beruntung, anda juga bisa menyaksikan sebuah upacara tradisional setempat yang bernama Merti Dusun (Bersih Desa) dan Jodhangan yang diadakan di pelataran Gua Cerme. Upacara adat tradisional ini digelar setiap tahunnya pada hari Minggu Pahing bulan besar dalam Kalender Jawa. Kabarnya tradisi ini diwariskan secara turun temurun dan hingga kini warisan budaya ini masih dilakukan oleh warga di sekitar gua cerme.

Setelah memasuki gua, dalam kondisi basah kuyub kami sejenak beristirahat di bawah pepohonan besar yang sangat sejuk udaranya, sambil memandang kearah kejauhan hamparan sawah dan perbukitan yang berada dibawahnya.
Setelah rasa capek dan penat kami mulai berkurang, kami mampir di sebuah warung untuk mengisi BBG ( Bahan Bakar Gowes) namanya Warung makan “Mbok Kedah”.

2 Tanggapan

  1. suka gowes bang??
    say termasuk orang yang suka gowe juga…

    salam gowes…..
    mampir ke blog ane juga bang

    • Ya sekedar hobi, terbawa ajakan temen2. Tapi terasa juga kok manfaatnya, badan jadi lebih fit & ga gampang sakit. Kapan-2 boleh gabung… Salam gowes!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: