PSSI Tandingan



Masih bercokolnya kekuatan status quo di tubuh PSSI membuat geram banyak pihak. Berbagai ide perlawanan dilontarkan, termasuk membentuk PSSI tandingan.

Kasusnya bisa hampir sama dengan Konggres PDI yang dipimpin Suryadi di Palembang pada era Suharto. Pemilihan ketua umum sudah diatur sedemikian rupa dan sudah jelas hasilnya. Sehingga muncul ketidak puasan anggota konstituen lainnya. Kemudian munculah PDI Perjuangan.

Tanda-tanda tidak akan terjadi perubahan di tubuh PSSI selama empat tahun ke depan, tercermin dari lolosnya Nurdin Halid dan Nirwan Bakrie sebagai dua calon Ketua Umum PSSI periode 2011-2015.

Padahal, Nurdin dan Nirwan adalah bagian dari kepengurusan PSSI saat ini yang dinilai publik sepak bola nasional telah gagal menyelenggarakan kompetisi yang sehat. Mereka juga gagal mengantar timnas Indonesia berprestasi.

Dua orang luar yang mencoba mencalonkan diri sebagai ketua umum, George Toisutta dan Arifin Panigoro tidak lolos verifikasi. Namun, keduanya kemudian mengajukan banding.

“Mari kita doakan akal sehat masih dimiliki anggota Komite Banding PSSI yang diketuai Profesor Tjipta Lesmana. Kita harap nama Toisutta dan Panigoro masih bisa melaju di bursa Ketua Umum PSSI,” ujar pengamat sepak bola asal Semarang, Ari Junaedi kepada detiksport, Senin (21/2).

Meski begitu, Ari mengaku pesimistis melihat peluang Arifin dan George. Bila situasinya demikian, dosen Universitas Diponegoro Semarang itu mengusulkan agar dibentuk organisasi tandingan.

“Sikap PSSI Jawa Timur, kami akan nekat mendeklarasikan PSSI bayangan jika Nurdin terpilih di Kongres Bali, 26 Maret mendatang. Ini wujud dari sikap patah arang masyarakat yang cinta sepak bola,” katanya.

“Malah saya mengusulkan, siapkan saja PSSI Perjuangan yang nantinya dipimpin Toisutta dan Panigoro, jika memang keputusan Kongres PSSI di Bali nanti mencederai rasa keadilan masyarakat,” tegasnya.

Aksi menentang PSSI

Sementara itu, berbagai kelompok suporter Indonesia berencana menggelar aksi menentang PSSI. Singa Mania, salah satu kelompok suporter Sriwijaya FC pun tidak ketinggalan.

“Kita mengajak pencinta sepak bola di Palembang memboikot semua pertandingan sepak bola yang digelar PSSI,” kata Dedy Pranata, Ketua Singa Mania, salah satu kelopok suporter Sriwijaya FC, dalam pernyataannya yang diterima detiksport, Senin (21/2).

“Sikap ini kami ambil sebagai peringatan terhadap PSSI yang begitu ngotot dengan caranya dan tidak mau mendengarkan sedikit pun tuntutan rakyat Indonesia untuk mereformasi PSSI,” katanya.

Seperti diketahui, harapan akan adanya perubahan di PSSI nyaris tertutup saat Komite Pemilihan Exco, Wakil Ketua Umum, dan Ketua Umum PSSI 2011-2015 mengumumkan hanya ada dua kandidat Ketum PSSI, yakni Nurdin Halid dan Nirwan Bakrie.

Meski memilih boikot, Singa Mania siap mengubah sikap apabila PSSI melunak dan mau mendengarkan aspirasi masyarakat Indonesia. “Ya, kami melakukan boikot selama PSSI menunjukkan sikapnya yang seperti sekarang ini. Kalau berubah, ya kita menarik aksi ini. Kami ini cinta sepak bola. Aksi ini sebagai ungkapan rasa cinta kami terhadap sepak bola Indonesia yang menurut kami tidak berkembang baik,” kata Dedi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: