Hampir kena tipu


Punya ATM memang banyak manfaatnya, bisa lebih mudah dan cepat serta praktis dalam segala urusan pembayaran. Disisi lain sekarang juga mudah kebobol oleh orang lain, baik secara sadar maupun tidak sadar. Seperti pengalaman yang saya alami sendiri. Pengalaman ini perlu saya tulis di blog ini, mungkin bermanfaat bagi kita sekalian, agar para pembaca tidak menjadi korban penipuan berikutnya.
Ceritanya Hari Jumat, 4 Februari 2011, saya pasang iklan baris di Koran Kedaulatan Rakyat untuk menjual motor, disitu saya cantumkan no HP saya yang bisa dihubungi. Diantara para peminat, ada pasangan suami isteri datang berboncengan kerumah saya untuk melihat motornya. Tapi karena belum cocok harganya dia pulang. Beberapa jam kemudian dia kirim sms yang bunyinya begini; “Maaf, saya Ibu Ratna yg sdh mlhat motor anda dan mrasa cocok. U nego msalah hrgnya silahkan hub suami sy di nmr 083899793067 H. ARIF ISKANDAR. Terimakasih.”
Karena harga yang belum cocok, atau sebab lain, sampai hari minggu motor belum juga tak lepas. Sampai pada sekitar jam 14.54 saya ditelpon pak Haji Arif Iskandar, yang intinya mengatakan bahwa harga yang saya minta dia sepakati, tapi karena dia berada di Kalimantan, dia mau langsung kirim uang ke nomor rekening saya. Sementara motornya baru akan diambil pada tanggal 15 Februari. Kemudian dia minta no rekening saya.
Beberapa saat kemudian dia telepon lagi, saya diminta ngecek apakah transfer dananya sudah masuk di rekening saya atau belum. Sayapun pergi ke ATM di depan kampus UMY, untuk melihat kiriman dana tersebut. Ternyata saldonya belum bertambah. Kemudian saya pulang.
Sebenarnya Saya tidak begitu pedulikan apakah kirimannya sudah sampai atau belum, toh motornya juga tidak segera diambil. Kalaupun kirimannya baru sampai besuk senin juga nggak masalah. Tapi saya seperti terhipnotis oleh tutur katanya yang halus dan sopan.
Belum lama tiba dirumah, saya ditelepon lagi, agar mengecek ulang transfer ke ATM saya sudah masuk atau belum, karena di rekeningnya sudah didebet sebesar Rp 5,3 juta. Saya ke ATM lagi, ternyata belum masuk juga. Pas sampai di ATM dia telepon lagi, katanya mungkin sekitar 2 menit dananya sudah sampai. Sambil dia mengkonfirmasi Halo BCA, dan pihak BCA menyatakan bahwa kirimannya di pending karena masalah akses data yang kurang lancar. Dia juga menyarankan kalo bisa memakai nomor rekening ATM Mandiri saja agar lebih lancar. Diperkuat oleh saran Bp Haji Arif Isakandar, saya pun pulang pinjam nomor rekening keponakan yang sama-sama ATM Mandiri, lalu kami kirimkan nomor rekening ATM tersebut lewat sms.
Disini saya sudah setengah tidak percaya dan khawatir adanya modus penipuan baru yang belum saya ketahui. Karena mengingat ada privasi yang tidak perlu saya ketahui (yaitu PIN) ATM Keponakan, sayapun mengajak keponakan ke ATM Mandiri. Sebelumnya kami sepakati untuk mengosongkan saldo direkening tersebut, agar tidak terjadi resiko yang lebih besar.
Sampai di ATM Mandiri, Pak Haji Arif Iskandar menelpon, agar melihat saldonya sudah bertambah atau belum. Kami jawab, belum. Kemudian dia minta agar kartu ATMnya di masukkan, karena dalam hitungan detik dana akan terkirim. (Sambil mendengarkan perintah Pak Haji Arif Iskandar lewat telpon HP),
Kami mulai sadar bahwa ini penipuan!
Kalau ATM kami masukan dan dia juga sudah tahu nomor rekening keponakan saya, pada saat yang sama dia bisa memindahkan saldo ke rekeningnya. Sehingga saldo di rekening keponakan saya akan terkuras habis!
Beruntung kami tidak menuruti perintah pak Haji Arif, setelah memindah saldo rekening, kami hanya berdiri di depan ATM tanpa melakukan transaksi.
Setelah sekian lama ngomong ditelepon tapi tidak kami turuti, nada bicaranya mulai tinggi!. Kami pun menanggapi dengan nada tinggi. Akhirnya kami sepakat untuk mengabaikan telepon pak Haji Arif ”Pak Haji, kalo bapak mau transfer dananya nggak bisa masuk hari ini gak apa-apa, besuk ga papa, tahun depan ga pa-pa! Urusan kiriman bapak yang dipending, silakan urus dengan pihak bank. Bukan urusan saya, Hajingan!” Telepon kami tutup.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: