Kuliner

Pingin bikin mie ayam sendiri

Puasa udah berjalan hari ke 21, tiba-tiba masih tergoda makanan, habis cuma kebayang makan apa buat buka puasa nanti.
Makanya trus buka-buka menu masakan di situs web and ketemu resep bikin mie ayam special. Nih dia resepnya :

Mie Ayam Super Nikmat

Bahan – bahan :
1/2 kg mie ayam (siap dibeli di pasar)
100 ml Minyak ayam
100 ml Kecap asin
300 gr Daging ayam direbus dan dipotong kotak
3 sdm Kecap manis
2 sdm Kecap Ingris
2 batang Daun bawang dirajang
Caisin, penyedap dan bawang goreng secukupnya.

Bumbu yang diperlukan :
3 siung Bawang putih
5 buah Bawang merah
1 sdt Ketumbar
3 cm Kunyit
3 cm Jahe
4 butir Kemiri

Bahan untuk membuat Kaldu:
2 liter Air
1/2 kg Tulang ayam
1 sdt Garam
1/2 sdt Lada bubuk

Cara membuat :
Kaldu: air direbus hingga mendidih, masukkan tulang ayam, rebus dengan api
kecil hingga kaldu beraroma harum. Tambahkan lada bubuk dan garam.
Tumis bumbu yang dihaluskan hingga harum dan matang, masukkan ayam,
tumis hingga bumbu menyerap ke dalam ayam,tambahkan penyedap, tumis
sebentar, angkat, sisihkan.
Masukkan 2 sdm minyak ayam ke dalam mangkok, 1/4 sdt penyedap.
Rebus mie dan caisin yang telah dirajang hingga matang, angkat dan letakkan
di dalam mangkuk yang telah terisi dengan bumbu, masukkan ayam 2 sdm.
Taburkan bawang goreng dan daun bawang yang telah dirajang.

Note :
Kunci kelezatan mie ayam ada pada minyak ayamnya.
Cara membuat: ambil kulit ayam dan lemaknya, panaskan dengan api kecil
diatas penggorengan, tambahkan 2 siung bawang putih digeprak, panaskan
hingga seluruh minyak keluar dari kulit dan lemak ayam, minyak siap untuk
digunakan.

Iklan

track baru yang sejuk

Kuliner

Minggu 8 Agustus 2010 aku ditelpon teman agar siap2 gowes ke Pantai Kwaru. Setelah semalam ga bisa tidur (gara-garanya minum suplemen, habis main volly antar kelompok ronda), badan jadi capek banget. Tapi aku dah terlanjur janjian ama teman2, jadi gimana lagi? tetap must go on to gowes. Nanti sarapan pagi di perjalanan aja. Ada alternatif menu untuk Sarapan pagi….

Info Pasar

Ketika melihat orang lain sukses dalam membangun rumah tangga, ingin rasanya berbagi rasa bagaimana resepnya agar bisa sukses.
Sukses dalam membangun rumah tangga dikonotasikan macam-2. Tentu berdasarkan kemampuan material dan imatiriel orang yang bersangkutan.

Sedangkan dari kacamataku sukses diartikan bahwa anak-2ku telah selesai mencapai pendidikan minimal yang dikendaki, katakanlah Sarjana S1, kemudian secara ekonomi anak2nya sudah cukup mampu memenuhi kebutuhan dasar rumah tangganya. maka orang tua akan merasa puas dalam menatap hari tuanya.

Untuk bisa mencapai cita2 tersebut rasanya mustahil tanpa kerja keras dari orang tua. Karena segala keinginan tentu punya konsekuensi biaya yang tidak sedikit. Kalau gajinya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga sperti makan, sandang dan papan serta kesehatan, Lalu dari mana biaya lain-lainnya? Bagaimana mewujudkan keinginan tersebut?

Konsekuensinya kita harus bekerja ektra. Tenaga ekstra, waktunya juga ekstra, pikiran juga ekstra. Kerja apa? Tentu sesuai kemampuan dan profesi yang digeluti. Bidang usaha yang paling gampang dan sering menjadi pilihan adalah dagang. Berdagang bisa di rumah membuka warung, di pasar, atau dagang keliling mengunjungi konsumen.

Obsesi Kalau sudah pensiun nanti ingin mengisi waktu luang dengan berdagang. Untuk itu sudah kupersiapkan lokasi di Pasar tradisional.

Info Pasar

Kali ini kami berkunjung ke Pasar Imogiri. Terletak di di pertigaan jalan menuju makam raja-raja Kasultanan Yogyakarta.

Setelah selesainya pembangunan pasar Imogiri, kini jumlah pedagang juga mengalami peningkatan. Peningkatan tersebut terutama karena areal pasar yang semakin luas, strategis dan mempunyai potensi ekonomi yang tinggi. Apalagi dengan adanya keterpaduan prasarana dan sarana yang tersedia, seperti terminal dan pasar hewan.

Pasar Imogiri

Bagi yang senang jalan-jalan di pasar trdisional, silakan anda kunjungi pasar yang satu ini, pasar sudah tampak lebih baik dari sebelumnya.

Bakmie Jawa Pak Kadis

Sudah menjadi tradisi diantara teman-teman kami bahwa sebelum masuk Bulan Ramadhan harus ada acara “Padusan mulut”, kebiasaan makan-makan untuk menggantikan kebiasaan jajan siang hari. Sehingga teman-teman pada mengusulkan beberapa alternatif tujuan padusan mulut tadi.

Akhirnya disetujui tempat tujuan kami yaitu Bakmie Jawa Pak Kadis, di Dusun Menayu, Muntilan Magelang. Menu Makan yang ada antara lain; Bakmie jawa, bebek goreng, nasi goreng, dll.

Kami berangkat dengan sedikit menahan lapar, apalagi perjalanan yang ditempuh lumayan jauh. Bantul-muntilan kira2 40 km. Arahnya dari Muntilan ke barat, lalu ada pertigaan ke arah ngluwar, belok kiri. Masuk di jalan kampung. Disana Nama Pak Kadis cukup dikenal, sehingga mudah dicari.

Saya milih menu Bakmie rebus. Kebetulan dapat jatah lebih awal dari teman-2. Nah ini rasanya cocok, mak nyus, nyuampleng.

%d blogger menyukai ini: